15
Feb
09

Komunikasi Antara Suami dan Isteri, Hemm…

Seorang teman mengeluhkan perilaku suaminya (temen baik saya juga), yang ga pernah mau jujur soal penghasilan. Dia ga pernah tahu, berapa sebenarnya gaji bersih yang diterima suaminya, termasuk penghasilan sampingan yang dia yakini cukup besar, karena suaminya termasuk ‘petinggi’ di kantor. Dia mengaku, keuangan rumahtangganya sedang bermasalah walaupun dia sendiri bekerja dengan gaji diatas 2 juta perbulan. Yah, saya (yang masih lajang ini) tentu ga nanya lebih lanjut, kenapa keuangannya sampai bermasalah. Yang saya tanyakan, apa masalah ini pernah dia komunikasikan dengan suaminya. Dia menjawab, udah, tapi suaminya cuek dan ga mau tahu, karena urusan domestik rumah semua tanggungjawab isteri. Suami taunya nyetor ajah tiap bulan. Kalau ada apa2, yah isteri lah yang handle. Ujung-ujungnya mereka ribut, dan diem-dieman sampai beberapa hari ^_^.

Di lain kesempatan , suaminya mengeluh bahwa semenjak menikah perilaku isterinya berubah. Cuek, dan ga mesra seperti waktu pacaran dulu. Apalagi semenjak mereka punya anak. Dia merasa sang isteri semakin tidak ‘melayani’ nya dengan baik. Hemm, ga usah saya ceritakan yah detailnya ^_^. Belum lagi perhatian sang isteri kepada mertua yang dia anggap sangat kurang. Saya tanya, apa pernah dia komunikasikan masalah itu dengan sang isteri. Apa pernah ditanya, koq sekarang isterinya berubah, ada yang salah atau apa. Dia jawab, udah, tapi ujung-ujungnya mereka bertengkar dan akhirnya diem-dieman gt.

Hemm, udah komunikasi tapi koq masih bermasalah yah. Pasti ada yang ga beres dengan komunikasinya. Entah bicara dengan emosi, kepala panas, atau kata-kata yang jauh dari niat ‘berdamai’. Atau mungkin, mereka berdua ga terbuka satu sama lain. Oke lah mereka saling bicara. Tapi, uneq-uneq yang terpendam di dada masing-masing sebenarnya ga tersampaikan dan malah melenceng ke masalah lain, yang sebenarnya cuma efek samping dari masalah utama. Entah kemana ‘cinta’ yang mereka punya waktu pacaran dulu. Yang ada sekarang cuma curiga dan kekecewaan. Curiga yang membuat sang isteri enggan melayani suami dengan baik; dan kecewa yang membuat suami ga lagi perhatian sama sang isteri. Hemm, bisa-bisa nanti suami ngasih perhatian sama yang lain neh ^_^.

Suami isteri udah seharusnya saling terbuka. Ga boleh ada rahasia-rahasiaan, terutama soal keuangan rumahtangga. Suami ga boleh pejam mata sama urusan domestik rumahtangga, walaupun isteri punya penghasilan juga. Semua harus dikomunikasikan di awal pernikahan, mau dibawa kemana keluarga ini. Bagaimana sistem keuangannya, suami mencari dan isteri mengatur atau bagaimana; bagaimana pendidikan anak-anak nanti; perlakuan kepada orangtua dan mertua; pendidikan agama bagi keluarga; dan lain sebagainya. Semua ya dibicarakan dengan arif dan kepala dingin. Kalau ada masalah; ada rasa ga senang, bisa diomongin baik-baik kan. Tanyakan dengan lembut sambil tetap mengontrol emosi, karena mungkin aja suami atau isteri sedang ada masalah di kantor. Bisa terbawa ke rumah juga kan. Fokus pada masalah, dan jangan mencari-cari kesalahan pasangan, sebab hanya memperkeruh suasana. Tentunya harus instropeksi diri masing-masing juga, sebab mungkin masalah malah berasal dari pribadi isteri atau suami itu sendiri.

Nikah itu ga gampang. Nyatuin 2 kepala yang bisa jadi totally different, plus adat-istiadat , budaya, keluarga, dan pemahaman yang bener2 beda- bisa jadi konflik yang ga pernah diinginkan. Kalau terjadi sesuatu, dibutuhkan toleransi yang tinggi plus kemauan buat mengalah. Kalau sama-sama kepala batu, masalah ga akan selesai. Apalagi kalau sama-sama ngerasa benar, pasangan yang salah, gw ga pernah salah. Ya udah, ancur deh tuh rumahtangga. Kalaupun dilanjutin, cuma jadi duri dalam daging, yang bakal meledak sewaktu2, bahkan mungkin pas udah punya anak cucu. Makanya, mumpung belum terlalu jauh, selesaikan pokok permasalahannya…Its all about communication antara suami dan isteri. Suami membimbing, isteri mengingatkan…

Hemm, setelah beberapa waktu, Alhamdulillah hubungan mereka berdua udah baik lagi, udah mesra kayak dulu ^_^. Katanya sih baru pulang liburan dari mana gt hehe2. Yang ada sekarang malah mereka ngeledekin saya, kapan merit, ntar keburu udzur lho ^_^. Hemm…Pelajaran yang sangat berharga buat saya menikah nanti…